ABIPRAYA

07:33
ABIPRAYA
Perjanjian ghaib Abipraya.
Apa isi perjanjian lisan itu?

Ratu Selatan berjanji akan membantu raja Mataram mengawal negerinya dari gangguan musuh. Puteri itu memiliki bala tentera dari keturunan jin, lelembut dan semua makhluk halus yang ada. Jadi, kalau ada negeri lain hendak menyerang Mataram, maka pasukan Mataram akan dibantu tentara para
jin, peri dan lelembut yang ada dibawah perintah Ratu Selatan. Bayangkan betapa hebatnya perang ini.

Kemudian, bagi memenuhi syarat itu Senopati dan keturunannya yang menjadi raja di Jawa akan menjadi suami mistik Ratu Selatan secara ghaib. Suami mistik ini tidak dapat digambarkan bagaimana ceritanya.
Tempat perjanjian itu di Parangkusuma. Di tepi laut itu ada lokasi yang dianggap tempat pertemuan Senopati dengan Ratu Selatan. Walaupun cerita ini macam dongeng, dan dapat ditemui dalam
teks BABAD TANAH JAWA [terbitan DBP]

BEGITULAH yang terjadi apabila kita meneliti kepercayaan penduduk yang tinggai di kawasan pantai, sepanjang Tanah Jawa dari timur ke barat, maka setiap ruang, setiap ceruk, teluk, batu terjal dan pulau-pulau kecilnya, semua ada kisah yang dikaitkan dengan Ratu Selatan atau Ratu Kidul mengikuti sebutan orang Jawa.
Pendeknya, orang mempercayai di kawasan pantai itu ada banyak gerbang. Gerbang ini adalah khayalan pencerita, meskipun tidak wujud, ia dianggap wujud berdasarkan fantasi pencerita.
Dari timur ke barat, anda akan temui berbagai bentuk cerita tentang Ratu Selatan. Meski versinya sama, ada beberapa penambahan mengikuti cerita setempat. Misalnya,pantai Congot dan pantai Glagah juga ada kisah penghuni ghaib itu.

Banyak pula cerita rakyat yang dikaitkan dengan Ratu Selatan. Cerita mistik ini juga sampai ke Kuala Lumpur, menjadi kepercayaan dan keyakinan warga keturunan Cina Malaysia hasil "dakwah" daripada seorang paranormal yang mengaku pernah belajar di Cirebon dan pernah memasuki istana Ratu Selatan itu.
Ketika kerabat Istana seperti Paku Buwono XIII Hangabehi bertikai dengan Tedjowulan, mereka juga saling bersepakat untuk pergi ke pantai selatan untuk mencari ketenangan.
Kedua tokoh ternama dari istana itu pergi bertapa mencari ketenangan batin di pantai menghadap ke selatan. mereka melakukan tapa semedi di Cepuri Parangkusuma.
Kenapa ke situ? Ia diyakini sebagai tempat pertemuan Senopati, raja Mataram dengan Ratu Kidul.

Ketika berlaku pertikaian di istana, kerabat raja memilih untuk duduk menyepi di tepi laut. Ini ada kaitan dengan semangat Ratu Selatan yang dikatakan masih hidup hingga sekarang.
Mereka ke pantai pada waktu malam. Kalau boleh waktu sunyi senyap dan jangan ada protokol semua. Malam hari dipilih karena keduanya hendak melakukan ritual atau upacara yang sudah jadi kebiasaan keturunan mereka turun temurun. Suasana ketika itu tenang dan mereka akan lebih kusyuk. Orang berfikir tidak hanya untuk solat sahaja yang perlu kusyuk, tetapi untuk melakukan semedi yang bersifat pengaduan kepada makhluk halus, juga perlu kekusyukan.

Dalam keadaan kusyuk itu konon akan berlaku kontak batiniah antara anak raja ini dengan Ratu Selatan. Lagipula menurut keyakinan istana, Ratu Selatan adalah "backing" kepada istana. Jika ada apa-apa hal perlu dirujuk kepada Ratu Selatan. Terserah dia mendengar atau tidak.
Hanya istana yang ada kaitan dengan kerajaan Mataram sajayang masih ada kaitan dengan perempuan mistik dalam laut ini.
Pendeknya apabila berlaku kericuhan di istana, pertikaian tentang hal adat istiadat umpamanya, maka mereka akan membawa kepada laut di selatan itu.
Mereka melakukan ritual semedi dan pengaduan untuki mendapatkan petunjuk [?] agar situasi di istana kembali pulih. Dan diharapkan mereka semua akan menjadi baik dan tidak ricuh

CEPURI PARANGKUSUMA
Nama Parangkusuma sejak dulu kala memang dikenal sebagai tempat bersemedi raja-raja Jawa Mataram. Di tempat itulah konon Senopati orang yang mendirikan kerajaan Mataram bertemu dengan perempuan jin yang tinggal di laut. Mereka kemudian membuat perjanjian ghaib yang dikenal sebagai Perjanjian Abipraya.
Di istana Jawa juga ada tempat semacam kolam air buatan untuk mereka mengadakan pertemuan mistik. Di situlah ritual mistik dilakukan jika sekiranya tidak pergi ke tepi laut. Dekat kolam itu ada tempat menyimpan barang-barang pusaka berupa besi pamor yang digunakan untuk campuran besi menempa keris pusaka.
Kolam air ini dianggap keramat dan rahasia. Orang ramai tidak boleh masuk ke situ. hanya khusus untuk raja di istana. Di situ juga ada sebuah "masjid" yang dipanggil Pujosono, hanya orang tertentu saja. Kalau masjid untuk orang berjemaah, tetapi ini hanya tempat semedi atau duduk menunggu sesuatu.
Begitulah sekelumit catatan tentang Ratu Selatan yang masih hidup dalam kepercayaan umat di Pulau Jawa. Ia bertambah hidup karena istana raja sendiri menganggap ia perlu dileluri dan ada kontak batin ketika ritual dilakukan secara kusyuk.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »