WADUK DARMA

07:58

sebelum Waduk Darma dibuat oleh Belanda di thn 1922, nyata-nyatanya waduk ini telah jadi situ/danau mungil& sebahagian ialah tempat persawahan & pemukimanwarga setempat. Waduk Darma yakni waduk atau danau yg terletak di Kecamatan Darma, Kab Kuningan, jabar & diwaktu ini jadi ruang wisata yg amat mempesona. Keindahan dari waduk darma makin komplit dikarenakan di kelilingi oleh hamparan alam pegunungan yg asri & sejuk. Nyaris tiap-tiap hri, terutama kepada hri libur, tidak sedikit sekali visitor dari beraneka daerah di Nusantara menghabiskan waktunya di Waduk Darma. Tidak Hanya utk menikmati keindahan alam yg ditawarkan, nyata-nyatanya ada narasi mistik dibalik daya tarik waduk darma yg bakal menciptakan orang dibuat penasaran olehnya. 


Legenda di Balik Daya Pikat Waduk Darma - Kuningan. 


Menurut narasi penduduk kurang lebihterhadap era wali Waduk Darma telah dibuat utk bendungan atau situ yg ukuranya pass pass gede. Awal mula yg membangun Waduk ini ialah Mbah Satori atau Mbah Dalem Cageur & air yg dipakai utk mengairinya berasal dari mata air Cihanyir yg berada pas di tengah Waduk Darma & berasal pundari hulu sungai Cisanggarung. 


Konon, maksud dibangunya bendungan atau waduk ini merupakan utk lokasi main-main putranya, Pangeran Gencay & pun buat menyalurkan Hobi dari si Mbah Dalem ialahmemelihara ikan. 


Dalam pembuatanya, Mbah Dalem banyak mengerahkan tenaga dari para pasukanya, maka memerlukan jamuan atau sajian yg lumayan tidak sedikit


Menurut narasi rakyat, utk menanak nasinya saja, Mbah Dalem memanfaatkan suatu bukit yg berada disebelah desa Darma & hingga kini bukit tersebut dikenal bersamasebutan bukit Pangliwetan. 


terkecuali itu saja, secon buat menjamu para pekerja hingga sekarang ini pula tetap ada peninggalanya yg berupa seonggokan tanah yg berbentuk Nasi Tumpeng. Anehnya, onggokan tanah tersebut sejak dulu sampai dikala ini tak sempat hilang walaupun berkali-kali digenangi oleh air hujan. 


Sesudah Waduk Darma selesai sibangung, Mbah Dalem serta menciptakan satu buah perahu yg terbuat dari papan kayu jati bersama ukuran yg akbarMaksud dibuatnya perahu itu ialah tak lain buat main anaknya pula si Pangeran Gencay. Siang tengah malam, Pangeran Gencay & para rekanya main-main di Waduk memanfaatkan Perahu tersebut. Di tonton oleh para warga, irama gamelan serta melengkapi suasana kala sang Pangeran main-main. Konon, ruangan para warga memainkan gamelan dikasihnama "Muncul Goong". 


Kebahagian Mbah Dalem beserta anaknya Pangeran Gencay tak selamanya berlangsung tepat angan-anganKepada satu buah tengah malam, tepatnya terhadap dikala blnpurnama, Pangeran Gencay sedang dengan pengasuhnya yg lagi bersenang-senang menaiki perahu mengalami kecelakaan & kepada hasilnya hilang tenggelam. 


Buat mencari anak kesayanganya, Mbah Dalem memerintahkan pasukanya buat menjebol Waduk Darma & tak boleh diari lagi. Sesudah ditemukan, jenazah pangerandiboyong ke sebuah ruang yg seterusnya dikenal bersama nama "Munjul Bangke". 

Artikel Terkait

Previous
Next Post »